Pemerintah Dorong Semua Pihak Untuk Kampanye Positif Soal CPO

putri Kamis, 30 Juli 2020 | 16:25

Berita Golkar, Jakarta –  Minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan turunannya masih didiskriminasi dan dianggap negatif di pasar internasional.

Pemerintah mendorong semua pihak, termasuk pengusaha ikut mendorong kampanye positif soal CPO.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, pemerintah tidak tinggal diam dengan diskriminasi dan kampanye negatif sawit. Selama ini, CPO merupakan komoditas ekspor andalan Indonesia.

“Sawit adalah salah satu penopang ekspor Indonesia. Oleh karena itu, bagaimana pun harus diperjuangkan. Kita ingin sawit memberikan dampak positif yang luas bagi kesejahteraan seluruh masyarakat, bukan hanya pengusaha tetapi juga petani sawit, buruh di industri sawit dan seluruh masyarakat pada umumnya,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin (27/7/2020).

BACA JUGA  DPRD Golkar Karanganyar Sumbang Gaji 2 Bulan Untuk Pandemi Covid-19

Jerry menggandeng pelaku usaha bersinergi untuk lebih menggalakkan diplomasi dan kampanye sawit di luar negeri.

Dari sisi diplomasi, kata Jerry, perjanjian perdagangan yang didorong pemerintah bisa meningkatkan daya saing produk sawit. Dengan perjanjian seperti FTA dan CEPA, tarif masuk produk Indonesia bisa ditekan hingga 0 persen sehingga bisa menekan harga.

“Perjanjian perdagangan itu kunci, karena dari situ kita mendapatkan preferensi tarif hingga 0 persen. Itu sangat menguntungkan sekali karena menghasilkan harga yang kompetitif,” ucapnya.

BACA JUGA  Aziz Syamsuddin Resmi Ditetapkan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar

Namun, menurut Jerry, perjanjian perdagangan saja tak cukup. Dia menyadari ada isu sensitif soal sawit yang dapat mengganggu proses perundingan perdagangan.

Jerry percaya semua negara sudah tahu bahwa sawit relatif lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan produk kompetitor.

Apalagi, Indonesia juga makin aktif menegakkan aturan-aturan sosial dan ekologis dalam perkebunan dan industri kelapa sawit. Semua negara harus melihat permasalahan ini dengan lebih objektif.

“Kita menyadari bahwa ini bukan semata-mata berkaitan dengan isu negatif itu sendiri, tetapi berkaitan dengan kepentingan yang ada di baliknya. Minyak-minyak nabati lain belum ada yang seefisien kelapa sawit dan karenanya pasti akan ada yang akan kalah jika bersaing secara bebas. Itulah sebabnya banyak instrumen dipakai untuk membuat kelapa sawit terhambat di perdagangan internasional,” tuturnya.

BACA JUGA  Calon Golkar harus gaungkan isu Industrialisasi

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak bersinergi untuk memberikan wacana-wacana positif tentang sawit. Dia yakin pemerintah saja tidak akan bisa menangani isu tersebut sendirian.

Sumber : beritasatu.com

Loading...

Baca juga

Demokrasi Lingkungan Harus Didasari dengan Kepentingan Rakyat

Berita Golkar. Jakarta – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti mengatakan Demokrasi …