Menperin Dorong Industri Minuman Percepat Implementasi Revolusi 4.0

putri Senin, 30 Juli 2018 | 11:46
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) ketika mengunjungi pabrik Coca Cola Amatil Indonesia di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (27/7). Dok: Antara

BeringinNEWS – Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia mempercepat implementasi revolusi industri 4.0 salah satunya menekankan aspek keberlanjutan yang ramah lingkungan serta memanfaatkan teknologi bersih dan efisien.

“Dengan melakukan itu tentu juga akan meningkatkan nilai merek perusahaan. Ini akan menjadi insentif bagi merek mereka sendiri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik Coca Cola Amatil Indonesia di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Menurut dia, standar keberlanjutan atau “sustainability” merupakan satu dari 10 prioritas nasional yang didorong pemerintah dalam implementasi revolusi industri 4.0.

BACA JUGA  Airlangga : Aparatur Berperan Membawa Ekonomi RI Terkuat Nomor Empat di Dunia

Dia menjelaskan sebagian besar industri salah satunya perusahaan yang bergerak di sektor makan dan minum di Indonesia telah menerapkan revolusi industri tersebut khususnya perusahaan yang getol melakukan kampanye ramah lingkungan.

Sedangkan industri lainnya, lanjut dia, secara bertahap akan mengimplementasikan terobosan itu yang tinggal melanjutkan industri 4.0 setelah melalui sistem otomatisasi dalam revolusi industri ketiga.

“Salah satu yang kelihatan di industri makan minum seperti Coca Cola kami bisa melihat efisiensi mendekati 98 persen. Oleh karena itu kami dorong di Bali apalagi ada keberlanjutan yang terkait mengoleksi sampah untuk daur ulang,” katanya.

BACA JUGA  Sowan ke Ulama Ponpes Ploso Kediri, Ketua Umum Golkar Minta Doa Restu

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, korporasi itu juga berpartisipasi mendorong masyarakat peduli lingkungan termasuk kampanye bersih pantai dari sampah khususnya sampah plastik.

Kementerian Perindustrian mencatat sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar.

Pertumbuhan Industri Agro pada triwulan pertama tahun 2018 mencapai 8,34 persen dengan laju pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman mencapai 12,7 persen.

BACA JUGA  Airlangga Beberkan Tantangan Penerapan Mobil Listrik di Indonesia

Sektor makanan dan minuman berkontribusi sebesar 35,39 persen terhadap PDB Industri Non-Migas.

Sedangkan pertumbuhan ekspor periode Januari-Juni tahun 2018 untuk industri makanan tumbuh sebesar 2,51 persen dan untuk industri minuman tumbuh sebesar 8,41 persen.

Sumber: Antara

Loading...

Baca juga

Airlangga : Pemerintah Upayakan Pemeriksaan PCR Rutin Bagi Tenaga Kesehatan dan Medis

Berita Golkarr, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengungkapkan Pemerintah mengupayakan pemeriksaan PCR secara rutin …