Menko Airlangga Tak Permasalahkan Pencoretan RI Sebagai Negara Berkembang, Justru Bangga

putri Senin, 24 Februari 2020 | 17:43
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pencabutan status Indonesia sebagai negara berkembang bukanlah masalah. "Justru kita berbangga," ujar Airlangga ketika memberi keterangan di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Berita Golkar, Jakarta –  Amerika Serikat (AS) lewat Kantor Perwakilan Perdagangan atau United States Trade Representative (USTR) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengeluarkan Indonesia dari daftar negara- negara berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pencabutan status Indonesia sebagai negara berkembang bukanlah masalah.

“Justru kita berbangga,” ujar Airlangga ketika memberi keterangan di Jakarta, Senin (24/2/2020).

BACA JUGA  Airlangga Dorong Kaum Millennial Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Ini Dampaknya Lebih lanjut dia menjabarkan saat ini perekonomian Indonesia berada di posisi ke 15 di tataran negara-negara yang tergabung dalam kelompok G-20.

Selain itu, dari ukuran daya beli kekuatan ekonomi Indonesia berada di posisi ke-7 dibanding negara-negara G-20 lainnya.

“Masak mau dianggap berkembang terus. Kita kadang-kadang udah maju tapi enggak mau maju,” ujar Airlangga.

BACA JUGA  Kemenperin Dorong Potensi Industri Kulit dan Alas Kaki

Sebagai catatan, dengan pencabutan status negara berkembang tersebut fasilitas perdagangan yang didapatkan Indonesia dari Amerika Serikat, yaitu Generalized System of Preference (GSP) terancam dicabut.

GSP merupakan kebijakan sepihak (unilateral) yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang, dalam bentuk manfaat pemotongan bea masuk impor.

Namun demikian, Airlangga optimistis masalah GSP bisa diselesaikan oleh kedua negara secara bilateral.

BACA JUGA  Menperin: Perpres Mobil Listrik Masih Harmonisasi

“Kalau biaya ekspor-impor kan ada perjanjian yang sedang diproses. itu bisa diselesaikan secara bilateral. Ya kita kan optimis, sekarang kita punya GSP yang hanya 20 persen,” ujar dia,

Sumber : Kompas.com

Loading...

Baca juga

DPR Ingatkan Pemerintah untuk Terus Perbaiki data calon penerima bansos

Berita Golkar, Jakarta –  Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily kembali menegaskan kepada …