Demokrasi Lingkungan Harus Didasari dengan Kepentingan Rakyat

putri Senin, 3 Agustus 2020 | 16:16

Berita Golkar. Jakarta – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti mengatakan Demokrasi Lingkungan didasarkan pada gagasan bahwa pembuatan keputusan yang terkait dengan lingkungan dan sumber daya alam harus didasarkan atas kepentingan rakyat secara adil.

Terdapat tiga faktor fundamental dalam demokrasi lingkungan, yaitu: akses terhadap informasi, partisipasi masyarakat, dan akses terhadap keadilan.

“Implementasi demokrasi lingkungan di Indonesia, dimana dasar hukum demokrasi lingkungan di Indonesia tercantum dalam UUD 1945 dan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH),” ujar Roro.

BACA JUGA  Bamsoet Ingatkan Pemilu Tak Boleh Menimbulkan Luka, Apalagi Perpecahan

The Environmental Democracy Index (EDI) atau Indeks Demokrasi Lingkungan, lanjutnya, ditentukan oleh 75 indikator hukum, dan menggambarkan tingkat kemajuan suatu negara dalam mengembangkan kebijakan dan regulasi serta penerapan untuk transparansi, akses terhadap keadilan (justice) dan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan lingkungan hidup.

Tidak hanya itu, politisi Fraksi Partai Golkar ini menilai bahwa sejatinya penerapan Demokrasi Lingkungan di Indonesia sudah diterapkan pada beberapa daerah di Indonesia.

BACA JUGA  Golkar Target Dapil Sultra Raih Dua Kursi DPR RI

Regulasi tersebut muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya penggunaan plastik terhadap lingkungan dan meningkatnya kampanye dan gerakan bebas plastik yang diinisiasi oleh para komunitas, CSO serta partisipasi masyarakat dalam kampanye ini.

“Kondisi new normal membuktikan bahwa manusia dapat beradaptasi dengan cepat dalam menjalankan gaya hidup yang berbeda. Ini perlu dijadikan momentum mulai dari sekarang bahkan paska Covid-19, dan diinterpretasikan sebagai pergeseran paradigma untuk mengubah kebiasaan hidup kita yang sifatnya lebih ramah lingkungan tentu dengan tujuan untuk merealisasikan pembangungan keberlanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA  Airlangga: Parpol Yang Ingin Bergabung Harus Memiliki Visi-Misi Dan Komitmen Yang Sama

Sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam melawan perubahan iklim, Indonesia memiliki target untuk menurunkan tingkat emisi karbon sebesar 29 persen secara mandiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Pada kesempatan itu Roro juga mengakui bahwa masalah lingkungan bukan masalah yang bisa diselesaikan oleh perorangan atau kelompok tertentu saja.

Namun merupakan masalah kompleks yang membutuhkan kerjasama multi sektoral dan pendekatan multidisiplin untuk menyelesaikannya.

sumber : dpr.go.id

Loading...

Baca juga

Golkar Harus Jadi Panutan dan Contoh Masyarakat Lawan Pandemi Covid-19

Berita Golkar, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto meminta kepada calon-calon kepala daerah yang …